#UNSUR INTRINSIK a. Tema Film tersebut mengangkat tema nasionalisme. Karena menggugah rasa cinta kebangsaan bagi para penonton. Para penonton diajak melihat realita kehidupan di daerah pebatasan, yang kehidupannya kurang diperhatikan. Bahkan untuk menuju kedaerah tersebutsangatlah susah. Berbeda dengan negara tetangga yang akses jalannya sangat mudah. b. Alur : Maju c. Latar ü Latar Tempat : Film tersebut berlatarkan di sebuah desa yang berada di daerah perbatasan nusantara. Juga berlatarkan pasar di negara Malaysia. ü Latar Suasana : a. Sedih è saat adik perempuan berpisan dengan kaka laki-lakinya yang Memutuskan untuk tinggal di Indonesia bersama kakeknya. è saat si kakek penyakitnya kambuh dan tidak bisa berobat ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. b...
DIBAWAH LINDUNGAN KETEK ABAH Sore itu di desaku yang terpencil akan ada pertunjukan tari kuda lumping dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-67. Pada saat itu aku sangat tidak berminat menonton sama sekali, aku lebih memilih untuk tidur di rumah. Merangkai bunga mimpi yang khayal. Tapi menarik dan lucu. Jadi sore itu ku putuskan untuk tidur saja dirumah. Suara gamelan jawa terdengar dari rumahku yang tak jauh dari area pertunjukan kuda lumping itu. Suara sinden yang melengking diiringi gamelan jawa ditambah dengan gelang lonceng yang dipakai para pemain menambah gaduh suasana sehingga mengganggu sleeping beauty ku. Aku penasaran kenapa sangat ramai, kuputuskan untuk menonton malam harinya karena pertunjukan kuda lumping juga dipertontonkan pada malam harinya. ???!!!??? Malam ...
Pada puisi ini digambarkan penderitaan rakyat. Penderitaan rakyat ini terbukti pada kalimat “mata air airmata kami” penulis hendak menyampaikan bagaimana penderitannya rakyat. “di balik gembur subur tanahmu” menggambarkan kekayaan, “mu” disini digambarkan sebagai penguasa atau pejabat negara, jadi maksut bait tersebut adalah kekayaan yang dimiliki oleh pejabat. “di balik etalase megah gedung-gedungmu” adalah gambaran suatu bentuk kekuasaan. Rakyat mencoba menyimpan dan menyembunyikan penderitaannya. Dibalik kekayaan dan kekuasaan para pejabat negara tersimpan penderitaan yang ditutupupi oleh rakyat. Luasnya bumi ini tak bisa menutupi penderitaan rakyat karena sebenarnya banyak rakyat yang menderita. Banyaknya rakyat yang menderita menjadi seperti mata air yang terus mengalir tiada hentinya. Semakin banyak rakyat menderita, para pejabat seperti hanya membiarkan hal ini terjadi. Karena mereka sudah memiliki kekayaan dan kekuasaan. Tapi, apapun yang dilakukan oleh p...
Komentar
Posting Komentar